banner 728x250

Santriwati Nurul Ummahat Kotagede Bertekad Wujudkan Pemilu Tanpa Hoaks dan Ujaran Kebencian

  • Bagikan
banner 468x60

YOGYAKARTA –Santriwati di Pondok Pesantren (PP) Nurul Ummahat, Kotagede, Kota Yogyakarta mendeklarasikan sikap mendukung Pemilu Damai tanpa hoaks dan ujaran kebencian di asrama PP Nurul Ummahat, Kamis (29/11/2018) siang. Deklarasi tersebut sebagai bentuk tekad para santriwati untuk menciptakan Pemilu 2019 yang berkualitas demi kemajuan bangsa.

banner 336x280

Wakil Pengasuh PP Nurul Ummahat Kotagede Yoga Khoiri Ali mengatakan, Pemilu bukan media memecah-belah tetapi alat pemersatu bangsa. Oleh karenanya, ia berharap pelaksanaan Pemilu 2019 harus berjalan aman dan damai demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Meskipun Yoga merasakan banyak trik yang saat ini terjadi untuk menjatuhkan lawan politik, namun ia mengimbau agar antar pendukung jangan sampai terpancing keributan,

“Masyarakat harus memahami kepentingan jangka panjang, yakni persatuan bangsa,” tuturnya di sela deklarasi, kemarin.

Yoga juga menilai informasi-informasi berbau fitnah dan hoaks baik di dunia maya maupun dunia nyata, saat ini semakin berkembang. Kondisi tersebut, kata dia, bahkan menimbulkan permusuhan atau konfrontasi antar pendukung.

Yoga berharap, pesantren ikut andil dan berperan aktif dalam menciptakan Pemilu yang aman, damai dan berkualitas. Dukungan tersebut dilakukan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bukan hanya urusan negara tetapi seluruh entitas di dalamnya,

“Salah satu caranya, dengan mengajak masyarakat untuk tidak saling menghujat, menghargai  perbedaan pilihan, dan saling menghormati. Kalau melihat dari berbagai survei, ujaran kebencian, hoaks dan fitnah sungguh luar biasa terjadi akhir-akhir ini. Ini perlu solusi. Terutama generasi milenial yang menjadi makanan empuk penyebaran hoaks,” ujarnya.

Salah satu solusi yang ditawarkan Yoga adalah dengan mendukung pemerintah untuk memblokir situs-situs, akun-akun media sosial penyebar hoaks di dunia maya. Sedangkan untuk di dunia nyata, kata dia, kegiatan-kegiatan seperti silaturahmi, gotong royong harus terus dilakukan di masyarakat untuk mencairkan suasana. Pemerintah dan lembaga-lembaga negara Menurut Yoga harus mendekati dan merangkul semua komponen masyarakat

“Kalau di DIY secara umum masih kondusif. Hanya saja, saya tidak bisa memprediksi efek domino jika perang hoaks terus terjadi bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Tapi saya yakin, karena DIY punya pemimpin-pemimpin, akademisi, profesional dan orang-orang yang hebat, kegaduhan sosial insyaallah tidak akan terjadi. Semua harus sigap,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang Santriwati Nurul Ummahat, Khoirina Nursalamah, mengungkapkan, hoaks banyak disebarluaskan oleh para pendukung fanatik. Bagi yang tidak suka pada kelompok lain, kata Khoirina, menjadi heters dan selalu mengorek kesalahan lawan politiknya.

“Info-info hoaks, fitnah kepada kelompok lain yang dilakukan secara masif bisa mempengaruhi karakter seseorang,” katanya.

Dia berharap para Santriwati ikut peduli untuk menciptakan Pemilu yang damai dan aman. Selama ini, anak pesantren banyak yang kurang peduli dengan Pemilu. Kepedulian itu, kata dia, bisa dilakukan dengan tidak menyebarkan hoaks, melakukan pendidikan politik kepada masyarakat dan kegiatan positif lainnya. (*)

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *