oleh

Hery Haryanto: Jangan Sampai Hoaks Memecah Belah Kita

-Nasional-16 views

Jakarta – Jum’at (18/1) Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) mengadakan Bedah Buku dengan judul “Mediatisasi Agama, Post-Truth dan Ketahanan Nasional” karya Moh. Yasir Alimi, Ph. D di Restoran Munik Jakarta.

Acara ini juga didukung oleh Gerakan Indonesia Optimis, Dialektik. Id, Satria Pinandita dan Tirto. Diskusi bedah buku ini juga dihadiri oleh Perwakilan Humas Mabes Polri dan Pusat Penerangan (Puspen) TNI.

Salah satu pembicara kunci dari bedah buku ini adalah Sekjen PB MDHW Hery Haryanto Azumi. Dalam diskusi itu Hery mengatakan di Indonesia ada banyak ormas Islam moderat seperti NU dan Muhammadiyah yang berhasil menetralisir berbagai isu yang mengancam disintegrasi bangsa.

Kehadiran ormas moderat ini menjadi sangat penting karena di era “post-truth” isu yang penting untuk dikelola di Indonesia adalah isu-isu agama, bukan isu-isu sains atau yang lain.

“Di indonesia ada ormas islam moderat seperti NU, Muhammadiyah dan lain-lain yang menyebabkan hoaks mengenai agama tidak sepenuhnya berhasil diterapkan di Indonesia. Kita tidak bisa dipecah-belah. Kita sudah terbiasa hidup dalam keberagamaan,” katanya.

Dikatakannya lagi, Arab Spring di Timur Tengah adalah gerakan perlawanan oleh rakyat yang kemudian diarahkan oleh kekuatan tertentu untuk melawan negara.

Salah satu caranya adalah dengan menyebarkan hoaks melalui media informasi. Hasilnya, beberapa negara seperti Tunisia, Libya, dan Suriah porak-poranda.

Meski strategi seperti itu tidak sepenuhnya berhasil diterapkan di Indonesia, semua bentuk hoaks yang mengadu domba untuk menghancurkan pondasi keberagamaan harus dihentikan.Menurutnya jangan sampai hoaks memecah belah kita, keberagaman yang sudah diwariskan nenek moyang.

“Kita optimis bisa membangun dari dalam sesuai apa yang kita miliki. Kita memiliki sejarah masa lalu untuk membentuk masa depan. Tidak ada keraguan bahwa kita tidak harus meniru Arab, Amerika, atau Cina. Kita sendiri bisa membentuk masa depan kita sendiri; Indonesia yang berangkat dari diri sendiri,” tandas Heri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed