Menu
Berita Terbaru, Terkini, dan Terpopuler

GPPI Bogor Gelar Acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 Bertemakan “Refleksi Sumpah Pemuda Dengan Semangat Patriotisme”

  • Bagikan

Edisi.id – Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Bogor Raya menggelar acara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di Café tenda Kopi 8 Jam, Patamran, Semplak Barat, Kemang, Bogor. Pada Sabtu (30/10/21). Dalam acara tersebut turut mengundang beberapa organisasi dan komunitas antara lain; Karang Taruna Kabupaten Bogor, Karang Taruna Ranca Bungur, Karang Taruna Semplak Barat dan Komunitas Cilebut Art Project.

Acara yang diisi dengan agenda diskusi tematik “Refleksi Sumpah Pemuda Dengan Semangat Patriotisme” sharing mengenai sejarah dan relevansi kepemudaan masa kini untuk dapat andil dalam membangun bangsa ke arah yang lebih baik lewat peran pemuda.

Salah satu Panelis, Ali Sayyidina menjelaskan sejarah terbentuknya pemuda merupakan bentuk kesadaran sosial bersama dengan rasa keterjajahan yang kemudian berhimpun dengan semangat patriotisme membangun konsolidasi-konsolidasi ke daerah daerah sehingga tercipta nya Kongres Pemuda dan Itu semua di dasari pada semangat yang sama. Kesamaan budaya dan kesamaan tujuan bahwa negara Indonesia harus bersatu dan kemajuan ini perlu di pelopori oleh pemuda.

Ia juga menyayangkan peranan pemuda masa kini yang tergerus perkembangan zaman dengan kesibukan game online, media sosial Dsb. Tetapi lupa dengan peranannya sebagai pemuda yang punya andil besar.

“Sesungguhnya maju mundurnya suatu bangsa ada ditangan pemuda, apalagi pemudanya progresif revolusioner makan majulah bangsa tersebut. Namun, apabila pemuda nya disibukkan dengan gadget dan halal yang tidak penting makan pantaslah mundur bangsanya” Pungkasnya.

Kemudian di sambut oleh pemantik dari ketua Karang Taruna Ranca bungur, Kang Barok yang melihat kondisi sosial pemuda hari ini mulai bergeser kultur budaya nya tetapi masih banyak organisasi-oganisasi kepemudaan yang masih peduli terhadap pemuda salah satu nya wadah karang taruna. Karang taruna dapat menjadi wadah anak-anak muda untuk berkreasi dan berorganisasi.

Dan terakhir, Kang Zoldy dari Cilebut Art Project menyinggung peran pemuda dapat melalui karya seni, mengkritik persoalan bangsa yang lebih mudah didengar melalui sebuah karya dan tidak melulu dilakukan dengan demonstrasi turun ke jalan.

Miftah Farid, selaku Koordinator acara mengatakan, latar belakang diadakan agenda yang bertajuk Sumpah Pemuda ini guna menjalin tali silaturahmi pemuda antar desa sekaligus memperluas relasi dan semangat kepemudaan dalam membangun Bogor secara khusus, dengan peran dan bidangnya masing-masing.

“Sejarah terbentuknya Sumpah Pemuda kan didasari atas semangat yang sama, rasa senasib sepenanggungan, semangat patriotism membangun bangsa dengan melepas baju-baju kedaerahan pemuda masa lalu. Kalo dulu, ada Jong Java, Jong Celebes, Jong Sumatra dll. Sekarang kita berkumpul Kembali dengan semangat yang sama, ada Jong GPPI, Jong Karang Taruna dan Jong Cilebut” ungkapnya.

“kalau generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap superioritas primordilasm (kedaerahan) suku, agama, ras dan budaya, menuju persatuan dan kesatuan bangsa. Maka sudah sepatutnya tugas generasi saat ini mampu membuka pandangan yang lebih luas tanpa mengkotak-kotakan untuk menyongsong masa depan dunia yang lebih baik” lanjut Miftah.

Acara berbalut diskusi dan penampilan musik dan puisi ini, ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda sebagai simbol refleksi Sumpah Pemuda ke-93 dengan semangat patriotism untuk membangun bangsa melalui kedalaman nalar kritis melihat situasi lokal dan nasional yang sedang tidak baik-baik saja.

  • Bagikan