

Edisi.id – PKBM Primago Indonesia melaksanakan kegiatan studi banding ke PKBM Generasi Juara yang berlokasi di Sukmajaya, Depok sebagai bagian dari langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan, sistem kelembagaan, serta meningkatkan kualitas outcome peserta didik di lingkungan pendidikan nonformal.
Kunjungan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tim PKBM Primago, di antaranya Pembina Yayasan Nur Juli Zar, S.E.I, Ketua Yayasan Dr. Awaluddin Faj, M.Pd, Kepala Sekolah Ahmad Salim, S.H.I, para tutor yaitu Imas Maslahul Islahiah, M.Pd, Kresna Eka Raharja, M.Sos, M. Farhan Hidayat, S.Pd.I, serta tim tata usaha dan administrasi. Rombongan disambut hangat oleh pihak tuan rumah, yaitu Ketua Yayasan Ida Nur’aini Noviyanti, S.Sos, M.Pd, M.Si, jajaran manajemen yang diwakili Rahmat, serta Kepala PKBM Faadillah Mursid Alansori, S.Kom
Dalam suasana yang hangat dan penuh keterbukaan, kedua lembaga berdiskusi secara mendalam mengenai praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan nonformal. PKBM Generasi Juara memaparkan pentingnya membangun sistem yang kuat melalui struktur organisasi yang jelas, pembagian tugas yang tegas, serta penerapan SOP yang terdokumentasi dengan baik agar kualitas layanan tetap terjaga secara konsisten. Selain itu, pendekatan penjaminan mutu di Genju menitikberatkan pada outcome nyata, yang tercermin dari keberhasilan alumni melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi unggulan baik di dalam maupun luar negeri, didukung dengan sistem monitoring alumni yang berkelanjutan. Tidak hanya itu, konsep pendidikan yang diterapkan juga menekankan keseimbangan antara akademik dan lifeskill, di mana peserta didik dibekali keterampilan hidup yang aplikatif sehingga mampu menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi tantangan kehidupan nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Primago Dr. Awaluddin Faj, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PKBM Generasi Juara yang telah berkenan berbagi ilmu, pengalaman, dan praktik terbaik secara terbuka. Ia menilai bahwa kunjungan ini memberikan banyak wawasan baru yang sangat berharga bagi pengembangan sistem pendidikan di Primago ke depan.
Sementara itu, Ketua Yayasan PKBM Generasi Juara Ida Nur’aini Noviyanti, S.Sos, M.Pd, M.Si, turut memberikan semangat, motivasi, dan inspirasi kepada seluruh tim Primago bahwa PKBM harus terus bergerak aktif untuk mewarnai dunia pendidikan dengan inovasi, kebermanfaatan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dari hasil studi banding ini, PKBM Primago Indonesia memperoleh berbagai insight strategis, di antaranya pentingnya membangun sistem CRM untuk menjaga hubungan dengan siswa dan alumni, penguatan peran tim mutu sebagai penjaga standar kualitas lembaga, serta optimalisasi sistem kerja berbasis pelaporan rutin dan pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, pengembangan program pendidikan berbasis lifeskill dan outcome menjadi salah satu poin penting yang akan diadaptasi guna meningkatkan daya saing lulusan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara kedua lembaga dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di Indonesia.
Studi banding ini ditutup dengan komitmen untuk terus berbagi praktik baik serta memperkuat sinergi demi melahirkan generasi yang unggul, tangguh, dan berdaya saing.














