Konsisten Cegah Banjir, Hj. Yeti Wulandari Bersihkan Sedimen Drainase Bukit Cengkeh 1

  • Bagikan

Depok | Edisi.id – Wakil Ketua DPRD Kota Depok Fraksi Gerindra, Hj. Yeti Wulandari, kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan mitigasi banjir melalui kegiatan pembersihan sedimen drainase di Perumahan Bukit Cengkeh 1 RW 15, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Tugu Ayu Dwi Pratiwi, Camat Cimanggis Rahmat Maulana, jajaran Satgas Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Depok, pengurus lingkungan, serta warga setempat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga fungsi infrastruktur lingkungan perkotaan.

Dalam kesempatan itu, Pimpinan DPRD Kota Depok empat periode ini menegaskan, bahwa pemeliharaan drainase harus menjadi agenda berkelanjutan karena memiliki peran strategis dalam mengurangi potensi genangan dan banjir di kawasan permukiman.

“Pembersihan drainase bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari strategi mitigasi bencana yang harus dilakukan secara konsisten. Saluran yang bersih akan memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan yang merugikan masyarakat”, ucap Srikandi Gerindra Kota Depok, Sabtu 6/6/2026.

Menurut Dewan Pembina DPP Partai Gerindra tersebut, sedimentasi yang terus menumpuk berpotensi menurunkan kapasitas saluran air sehingga memperbesar kerentanan wilayah terhadap banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

“Pemeliharaan infrastruktur lingkungan tidak boleh bersifat insidental. Harus ada perencanaan yang berkelanjutan agar fungsi drainase tetap optimal dan mampu mendukung ketahanan lingkungan perkotaan”, tegasnya.

Politisi Wanita Gerindra Kota Depok jebolan Fakultas Hukum Universitas Pancasila itu juga menekankan, bahwa keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kesadaran masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mitigasi banjir. Infrastruktur yang baik harus didukung perilaku lingkungan yang baik pula agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal”, terangnya.

Lebih lanjut, Hj. Yeti Wulandari menilai sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat tersebut merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif akan memperkuat efektivitas program pencegahan banjir sekaligus meningkatkan ketahanan kawasan perkotaan terhadap perubahan cuaca ekstrem.

“Sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Ketika seluruh unsur bergerak bersama, maka upaya pencegahan banjir akan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat”, ungkapnya.

Hj. Yeti Wulandari juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, pengurus lingkungan, hingga warga, untuk memiliki kepedulian yang sama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, upaya pencegahan banjir tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Kebersihan drainase, sungai, dan ruang publik adalah tanggung jawab kita bersama. Jika kesadaran kolektif ini terus dibangun, maka kita tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga mewariskan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi generasi mendatang”, tandasnya. (Arf)

  • Bagikan