Seorang siswa SDN 1 Kebondalem Pemalang meninggal dunia diduga akibat perundungan. Polisi jadwalkan pemeriksaan saksi dan hasil autopsi.

  • Bagikan
Oplus_16908288

Edisi.id — Kasus dugaan perundungan di lingkungan sekolah kembali memakan korban jiwa, kali ini menimpa seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Peristiwa ini memicu penyelidikan kepolisian guna mengungkap fakta di balik kematian korban yang terjadi setelah jam istirahat sekolah.

Korban berinisial M (7), seorang siswa kelas 2 di SDN 1 Kebondalem, meninggal dunia pada Rabu (30/09). Berdasarkan keterangan pihak keluarga, insiden kekerasan tersebut diduga terjadi saat jam istirahat sekolah setelah korban selesai membeli jajanan di kantin. Pelaku diduga berjumlah sedikitnya tiga orang yang merupakan kakak kelas korban di sekolah yang sama.

“Saya sebagai orang tua tidak tahu. Anak kami tak bercerita kalau ternyata seperti itu [dipukuli kakak kelasnya],” kata Diah Indrianti, ibu dari M.

Pihak kepolisian telah mengambil langkah hukum dengan melakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab pasti kematiannya. Selain itu, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku perundungan pada Senin (05/10). Orang tua korban mendesak pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini demi mendapatkan keadilan bagi putranya.

Peristiwa di Pemalang ini menambah daftar panjang insiden kekerasan fisik dalam institusi pendidikan. Berdasarkan data dari Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI), tercatat sebanyak 100 kasus kekerasan terjadi sepanjang periode Januari hingga September 2026. Dari total angka tersebut, 36 di antaranya merupakan kasus kekerasan fisik yang melibatkan warga sekolah.

  • Bagikan