Depok |Edisi.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menggulirkan rencana penerapan jam malam bagi anak-anak usia sekolah sebagai langkah preventif untuk melindungi generasi muda dari potensi perilaku menyimpang. Aturan ini akan membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah hingga pukul 20.00 WIB pada hari-hari sekolah.
Rencana ini sontak menjadi sorotan publik, termasuk Walikota Depok Supian Suri yang menyampaikan dukungannya terhadap gagasan tersebut.
Supian menilai, bahwa upaya ini sejalan dengan semangat perlindungan terhadap anak dan remaja dari bahaya narkoba, alkohol, hingga aksi kekerasan jalanan seperti tawuran.
“Ini adalah bentuk perhatian serius terhadap masa depan generasi muda kita”, Supian, Rabu 21/5/2025.
Namun, Supian juga menekankan pentingnya proses kajian yang matang sebelum kebijakan tersebut diterapkan di Depok. Menurutnya, setiap daerah memiliki kondisi sosial dan budaya yang berbeda, sehingga kebijakan tidak bisa diterapkan secara seragam.
“Kita harus mengkaji secara mendalam. Apa yang berhasil di satu daerah belum tentu efektif di daerah lain, termasuk Depok”, terangnya.
Supian menambahkan bahwa sebelum mengambil keputusan, pihaknya akan berdiskusi secara menyeluruh dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres dan Dandim.
“Pak Kapolres dan Pak Dandim tentu akan terus menjalankan program-program yang sudah ada. Untuk kebijakan baru seperti ini, kita akan duduk bersama dan membahas lebih rinci”, jelasnya.
Lebih lanjut, Supian menegaskan, bahwa penerapan kebijakan harus mempertimbangkan realitas kehidupan masyarakat Depok. Ia tidak ingin keputusan yang diambil justru menimbulkan kebingungan atau ketidakefektifan di lapangan.
“Kita akan pastikan terlebih dahulu apakah kebijakan ini memang relevan dengan kondisi sosial Depok. Tidak bisa asal adopsi”, ujarnya.
Walikota juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan seluruh stakeholder terkait dalam pengambilan keputusan ini, demi memastikan efektivitas dan penerimaan masyarakat terhadap kebijakan tersebut.
“Masukan dari semua pihak akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan. Kita ingin kebijakan ini bukan hanya baik secara konsep, tapi juga tepat sasaran dan bisa diterima masyarakat”, tutup Supian.
Dengan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, wacana jam malam bagi anak sekolah bisa menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih aman.
Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam mengimplementasikannya dengan pendekatan yang bijak dan partisipatif.(NW)











