

Depok | Edisi.id – Camat Pancoran Mas, Mustakim, memberikan apresiasi tinggi kepada Lurah Rangkapan Jaya Lama, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dusdamkar, serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) atas respons cepat dan koordinasi sigap dalam menangani insiden robohnya rumah warga di RT1/RW19, Kelurahan Rangkapan Jaya Lama, pada Kamis sore (25/9/2025).
Menurut Mustakim, kehadiran lintas unsur pemerintahan dan relawan dalam waktu singkat menunjukkan bahwa pelayanan publik bukan sekadar seremonial, melainkan manifestasi nyata kepedulian negara terhadap warganya.
Camat Pancoran Mas juga menegaskan, bahwa sinergitas antarlembaga menjadi kunci penting dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal.
“Kolaborasi yang aktif dan berkelanjutan antara pihak kelurahan, PMI, Tagana, serta Disrumkim adalah bentuk tanggung jawab moral sekaligus bukti bahwa pemerintah hadir memberi rasa aman bagi masyarakat”, ujarnya saat meninjau lokasi kejadian.
Ia menambahkan, bahwa pola koordinasi seperti ini harus menjadi standar operasional, bukan hanya reaksi sesaat.
Dalam tinjauannya, Mustakim juga menyoroti pentingnya kecepatan Disrumkim dalam melakukan asesmen kerusakan, termasuk mengkaji kelayakan penerapan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai langkah pemulihan jangka menengah. Menurutnya, upaya ini memerlukan basis data yang akurat agar bantuan dapat tepat sasaran dan tidak terjebak dalam mekanisme birokrasi yang lamban.
Selain aspek teknis, Mustakim menekankan dimensi sosial dari kejadian tersebut. Kehadiran Tagana, PMI, dan Damkar yang langsung menyiapkan bantuan logistik menjadi contoh sinergi kemanusiaan yang layak diapresiasi.
“Respon cepat relawan membuktikan bahwa solidaritas sosial tetap menjadi kekuatan utama dalam mitigasi bencana”, tuturnya.
Lebih jauh, Mustakim mendorong pengurus RT/RW agar memperkuat deteksi dini terhadap kondisi rumah warga, khususnya yang tergolong rentan. Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam pemantauan lingkungan sangat menentukan keberhasilan program pemerintah, terutama dalam mencegah insiden serupa yang dapat menelan korban jiwa.
Lebih jauh Mustakim mengungkapkan, bahwa hujan lebat yang memicu kerobohan rumah tersebut harus menjadi peringatan tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Ia menegaskan bahwa adaptasi kebijakan tata kota, termasuk penguatan infrastruktur hunian, tidak bisa lagi ditunda.
“Perubahan iklim menuntut langkah antisipatif, bukan sekadar reaktif”, tandasnya.
Dengan nada optimistis, Mustakim berharap, agar momentum kolaborasi ini menjadi titik tolak bagi peningkatan layanan publik di Pancoran Mas. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah hingga komunitas warga, untuk terus menjaga semangat gotong royong sebagai pilar utama pembangunan yang berkeadilan.
“Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa pelayanan terbaik lahir dari kerja sama yang konsisten. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Ketika semua pihak bergerak bersama, masyarakat akan merasakan kehadiran negara dalam bentuk yang paling nyata”, tutupnya.(Arifin)














