
Edisi.id — Depok, Keberhasilan program kesehatan preventif di Kota Depok menunjukkan tren positif dengan angka kehadiran masyarakat yang melampaui target mayoritas dalam upaya deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit secara luas.
Berdasarkan data Dashboard Sehat Indonesiaku Kementerian Kesehatan per 23 September 2026, tingkat kehadiran masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Depok mencapai 87,14 persen. Tercatat sebanyak 413.148 orang dari total 474.114 pendaftar telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Program ini diklasifikasikan sebagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia.
“Petugas puskesmas melaksanakan CKG di dalam dan luar Puskesmas secara berkala melakukan mekanisme jemput bola mendatangi lokasi keramaian hingga pemukiman warga,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori.
Layanan CKG di Kota Depok dirancang secara spesifik berdasarkan kebutuhan medis tiap kategori usia. Bagi bayi dan balita, pemeriksaan difokuskan pada deteksi hormon tiroid, kadar enzim G6PD, penyakit jantung bawaan, serta pemantauan pertumbuhan dan skrining TBC. Sementara bagi anak usia sekolah, parameter pemeriksaan mencakup antropometri, tekanan darah, gula darah, serta deteksi gangguan penglihatan dan anemia.
Untuk kelompok usia dewasa, layanan mencakup evaluasi risiko kardiovaskular, deteksi dini berbagai jenis kanker (leher rahim, paru, usus), kesehatan jiwa, hingga pemeriksaan khusus bagi calon pengantin. Pada kelompok lansia, pemeriksaan berfokus pada layanan geriatri, fungsi indera, dan kesehatan organ hati. Masyarakat diimbau untuk mengikuti CKG minimal satu kali dalam setahun guna memantau kondisi kesehatan secara konsisten dan mendapatkan tata laksana medis sesuai standar bagi yang terdiagnosa memiliki penyakit tertentu.















