Stok Pertalite di Bali Kosong, Pertamina Tambah Pasokan 19,2 Juta Liter dan Operasikan SPBU 24 Jam

  • Bagikan
Oplus_16908288

Edisi.id — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Bali, yang memicu antrean panjang kendaraan hingga mengakibatkan insiden warga pingsan saat menunggu pengisian.

Kekosongan stok Pertalite menyebabkan konsentrasi antrean beralih ke pengisian Pertamax di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti SPBU Besang, SPBU Siku, dan SPBU Batu Tabih pada Selasa (13/10). Kondisi ini memaksa sejumlah warga mencari bahan bakar di tingkat pengecer setelah gagal mendapatkan suplai di beberapa lokasi SPBU dalam waktu yang cukup lama.

Di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, seorang warga dilaporkan pingsan setelah mengantre selama berjam-jam pada Selasa pagi. Korban segera dievakuasi oleh petugas kepolisian dan staf SPBU menuju Puskesmas Abiansemal 1 menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.

“Pasokan tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan selama 6-7 hari, dengan konsumsi Pertalite di Bali mencapai 2-3 juta liter per hari,” tulis keterangan resmi dari pihak Pertamina.

Menanggapi situasi tersebut, Pertamina telah mendatangkan pasokan tambahan sebanyak 19,2 juta liter Pertalite dan 3 juta liter Pertamax ke Bali pada Selasa (13/10). Penyaluran tambahan ini akan dilakukan secara bertahap guna menormalkan kembali distribusi bahan bakar di tingkat daerah.

Sebagai upaya untuk mengurai kepadatan antrean, sebanyak 92 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung mulai dioperasikan selama 24 jam penuh sejak Selasa malam. Kebijakan serupa direncanakan akan diterapkan pada SPBU di wilayah Gianyar dan Tabanan dalam satu hingga dua hari ke depan guna memastikan

  • Bagikan