

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono berbincang via telepon dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada Senin (2/3) saat Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan bersama ke Iran.
Dalam pembicaraan itu, Sugiono menyinggung eskalasi di Timur Tengah dan kesediaan Indonesia menjadi mediator.
Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi,” kata Sugiono dalam unggahan di X.
Tawaran mediasi itu bertujuan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan korban tewas yang tak berdosa.
Di kesempatan itu, Sugiono juga menyebut Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi.
”Penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB harus dijunjung tinggi. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional,” imbuh dia.
Keinginan Indonesia menjadi mediator sebelumnya sudah disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Luar Negeri pada Sabtu.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto bahkan bersedia ke Iran untuk melanjutkan niatnya, jika disetujui seluruh pihak.
”Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak keTeheran untuk melakukan mediasi,” demikian rilis Kemlu. (Yuda)














