

Tangsel, Edisi.id – GENTASI (Generasi Berkualitas Indonesia) melaksanakan program pengabdian masyarakat perdananya melalui GERAI-SAJI (Gerakan Remaja Anti-Diabetes dan Edukasi Gizi) yang mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Remaja Melalui Informasi Nilai Gizi Untuk Pencegahan Diabetes Mellitus”. Program itu digelar di MA Khazanah Kebajikan, Ciputat, Tangerang Selatan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah MA Khazanah Kebajikan Bahjah, S.Ag. Dalam sambutannya, Bahjah mengapresiasi kontribusi GENTASI dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan upaya pencegahan diabetes Mellitus di kalangan pelajar.
Program GERAI-SAJI dipimpin oleh presiden dan founder GENTASI Devi Wulandari, S.K.M., serta Bustomi Azhari sebagai project officer.
GERAI-SAJI melibatkan sebanyak 10 relawan lintas jurusan diantaranya A. Syafira Nur Qalbi Muthmainah Makkasau, Ika Wahyuningsih, Sri Rezeki, Zelza Ghania Fransisca, Agnes Ardelia Devina, Rizka Dwi Arofahni, Aidah Nur Azizah, Nella Oktyafani, Umirna Fisabilih, dan Parisya Myra Sakanti untuk turut mensukseskan keberlangsungan program ini.
Selain itu, program ini juga merupakan respons terhadap tingginya konsumsi minuman berpemanis di kalangan remaja. Berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 56,4% remaja usia 15-19 tahun tercatat mengonsumsi minuman dengan kadar gula tinggi.
Di tengah maraknya produk makanan dan minuman dengan kandungan gula berlebih yang menyasar segmen remaja, GERAI-SAJI hadir untuk membekali mereka dengan literasi gizi yang memadai, khususnya pemahaman terhadap Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan produk.
Rangkaian kegiatan meliputi pengisian pre–test dan post-test, pemaparan edukasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan pelatihan membaca informasi nilai gizi pada sampel produk makanan, termasuk menganalisis kandungan GGL yang tertera di kemasan.
“Saya bersama tim menggunakan pre-test dan post-test sebagai instrumen untuk mengukur pengetahuan peserta terkait Diabetes Mellitus dan ING,” kata Devi Wulandari, Senin (9/6/2025).
“Selain itu, kami juga menggunakan pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam dalam sesi FGD guna menilai aspek kognitif dan afektif peserta,” sambung Devi.
Sebanyak 30 siswa MA Khazanah Kebajikan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Materi yang disampaikan selama hampir satu jam ini diikuti dengan baik oleh peserta. Sesi tanya jawab yang interaktif, membuat ruang diskusi menjadi semakin seru.

Beberapa pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan cara mudah mencegah diabetes serta mekanisme kerja indeks glikemik dalam tubuh.
Dari hasil evaluasi fasilitator, ditemukan bahwa mayoritas peserta belum terbiasa membaca informasi nilai gizi pada kemasan dan lebih mengutamakan rasa serta keinginan saat membeli produk makanan.
GERAI-SAJI maupun pihak sekolah berharap, kegiatan ini dapat menjadi titik awal kesadaran gizi di kalangan remaja serta mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat.














