Jakarta | Edisi.id – Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya (FSP BUMN Indonesia Raya) menyatakan dukungan penuh terhadap transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pembentukan Danantara Indonesia.
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan makan siang bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, pada Selasa (1/6) di Wisma Danantara, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Dony Oskaria menjelaskan bahwa Danantara merupakan gagasan lama yang baru terealisasi di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan saat ini adalah momentum penting untuk membangun landasan lembaga pengelola investasi strategis negara.
“Dengan hadirnya Danantara, pengelolaan BUMN diharapkan menjadi lebih lincah dan berorientasi korporasi sehingga tidak tertinggal dalam persaingan bisnis”, ucapnya, Selasa 1/7/2025.
Dony juga membantah kekhawatiran terkait kemungkinan PHK massal akibat pembentukan Danantara. Ia justru berharap kesejahteraan pekerja BUMN semakin terjamin, termasuk melalui penyusunan formula gaji standar dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tunggal di seluruh BUMN sebagai bentuk perlindungan hukum bagi pekerja.
Pertemuan ini turut dihadiri jajaran pengurus FSP BUMN Indonesia Raya dan Konfederasi SP BUMN. Ketua Umum FSP BUMN Indonesia Raya, H. Sutisna, SH, yang turut menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berdialog, yang menurutnya menjadi forum pertama kali antara serikat pekerja BUMN dan Menteri BUMN.
Sutisna menegaskan, bahwa membangun BUMN adalah kerja bersama seluruh insan BUMN, dan pihaknya siap berkontribusi mendukung transformasi tersebut.
“Program Danantara sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional dengan tata kelola aset negara yang transparan dan profesional”, ucapnya, Selasa 1/7/2025.
“Kehadiran Danantara diharapkan dapat berperan sebagai super holding investasi strategis BUMN, mendorong efisiensi, serta memperkuat sinergi antar BUMN demi kemajuan perekonomian nasional”, tegasnya.(Arifin)












