Inisiasi Peningkatan Tata Kelola Layanan Darurat, Alia Hospital Depok Jalin Penguatan Kapasitas Bersama Para Relawan Ambulance

  • Bagikan
Sulis Sudaryanto Relawan Driver Profesional Ambulance Indonesia check kesehatan di program Alia Hospital Depok.(Foto : Edisi.id)
Sulis Sudaryanto Relawan Driver Profesional Ambulance Indonesia check kesehatan di program Alia Hospital Depok.(Foto : Edisi.id)

Depok | Edisi.id — Jalin sinergitas dengan para relawan Ambulance, Alia Hospital Depok menyelenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) bagi driver dan relawan ambulance di Depok, yang dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan bagi para driver.

Dibuka Oleh Danny Wibowo selalu Manager Sales & Marketing Alia Hospital Depok, program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan teknis, integritas operasional, dan efektivitas intervensi medis awal, yang merupakan komponen kritikal dalam manajemen risiko kesehatan publik dan tata kelola layanan darurat.

Pelatihan ini mengintegrasikan pendekatan simulatif dan praktik lapangan, memungkinkan peserta mengasah keterampilan intervensi secara real-time. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas individu relawan, tetapi juga menegaskan peran institusi dalam membangun standar profesionalisme dan kualitas layanan darurat yang sistematis.

Sulis Sudaryanto, driver profesional ambulance Indonesia, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut memperkuat profesionalisme relawan, integritas operasional, serta kualitas layanan darurat bagi masyarakat.

“Inisiatif Alia Hospital Depok mencerminkan kepedulian institusi terhadap pengembangan kompetensi relawan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem layanan darurat”, ucap Sulis, Minggu 22/11/2025.

“Selain peningkatan kapasitas teknis, program ini menekankan prinsip nondiskriminasi. Layanan ambulance diberikan secara inklusif, tanpa membedakan status pasien BPJS maupun non-BPJS”, sambungnya.

“Pendekatan ini merupakan manifestasi keadilan distributif dan inklusivitas dalam tata kelola kesehatan publik, yang berimplikasi pada legitimasi institusi dan kepercayaan masyarakat”, ungkapnya.

Dari perspektif ‘Health Governance’, Sulis menilai, bahwa kegiatan ini memperkuat sinergi antara institusi kesehatan, relawan, dan masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi modal penting dalam pengelolaan risiko kesehatan secara sistemik, peningkatan efektivitas respons medis, serta penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perkotaan”, tuturnya.

Lebih lanjut Sulis mengatakan, bahwa kedepan Alia Hospital Depok berkomitmen untuk melanjutkan program pelatihan dan pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan.

“Strategi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas operasional relawan ambulance, tetapi juga memperkuat kualitas tata kelola layanan kesehatan darurat, sehingga memberikan dampak sistemik terhadap efektivitas dan keadilan pelayanan publik di Depok”, bebernya.

“Atas nama teman-teman relawan saya ucapkan terimakasih kepada para jajaran Alia Hospital Depok atas rangkaian program kerjanya. Semoga kita bisa terus menjalin kerjasama dalam mewujudkan Indonesia yang sehat tanpa kendala yang berarti”, tandasnya.(Arifin)

  • Bagikan