Depok | Edisi.id — Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yeti Wulandari, menyampaikan apresiasi terhadap capaian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mendorong percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan strategis nasional, serta kinerja Koordinator MBG Kota Depok yang dinilainya menunjukkan progres signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ini saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Putih 4 di Kecamatan Sawangan.
Hj. Yeti Wulandari menyebut, bahwa dalam konteks kebijakan nasional, Presiden Prabowo Subianto telah meletakkan pembangunan gizi dan sumber daya manusia sebagai prioritas negara.
“Program MBG adalah bukti bahwa Presiden tidak hanya berbicara visi, tetapi menghadirkan kebijakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat”, ucap Srikandi Gerindra Kota Depok, Sabtu 10/1/2026.
Menurutnya, arah kebijakan tersebut selaras dengan target besar Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas generasi muda sebagai faktor penentu daya saing bangsa.
Secara khusus, Hj. Yeti memberikan apresiasi kepada Koordinator MBG Depok yang dinilainya mampu menerjemahkan kebijakan pusat secara progresif di tingkat daerah.
“Dalam satu tahun, MBG Depok sudah menunjukkan kemajuan yang tidak bisa diabaikan. Ini menunjukkan adanya kepemimpinan dan kerja teknis yang serius, terimakasih buat bang Raka Pratama Korwil SPPG BGN Depok, atas kinerja hebatnya”, ungkap pimpinan DPRD Kota Depok empat periode ini.
Ia menilai percepatan tersebut tercermin dari penguatan layanan gizi, perluasan jangkauan penerima manfaat, serta kesiapan infrastruktur pendukung seperti SPPG.
Lebih lanjut, politisi Gerindra Kota Depok jebolan Fakultas Hukum Universitas Pancasila ini pun menekankan, bahwa keberhasilan awal ini tidak terlepas dari sinergi antara kebijakan nasional dan komitmen pemerintah daerah.
“MBG menjadi contoh bagaimana agenda besar Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan efektif ketika diiringi oleh tata kelola daerah yang responsif dan berorientasi pada hasil yang nyata bagi masyarakatnya”, bebernya.
Meski memberikan apresiasi, Hj. Yeti tetap mengingatkan pentingnya evaluasi dan pengawasan berkelanjutan.
“Program sebesar MBG harus terus diawasi agar tepat sasaran dan berkelanjutan. Apresiasi tidak boleh menghilangkan ruang kritik untuk lebih maju kedepannya”, imbuhnya.
Peresmian SPPG Pasir Putih 4 dinilai sebagai simbol kemajuan konkret MBG di Kota Depok. Namun, Hj. Yeti Wulandari juga menegaskan, bahwa ukuran keberhasilan sesungguhnya terletak pada dampak jangka panjang program terhadap peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan kesiapan generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(Arf)












