Rakorda Bangga Kencana 2026, Jabar Kejar Zero New Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

  • Bagikan

edisi.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Kamis (26/02/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang menekankan pentingnya menjaga tren positif penurunan stunting di Jabar.

Menurutnya, tahun lalu Jawa Barat mencatat penurunan prevalensi stunting tertinggi secara nasional, yakni sebesar 5,8 persen. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.

“Capaian ini patut kita syukuri, tetapi tidak boleh membuat kita berpuas diri. Target kita jelas, turun signifikan hingga di bawah 10 persen, bahkan menuju zero new stunting atau tidak ada kasus stunting baru di Jawa Barat,” tegasnya.

Rakorda ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan langkah konkret tahun 2026, termasuk penguatan program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (MBG 3B). Program ini dinilai berdampak langsung terhadap pencegahan stunting sejak dini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menyebutkan saat ini terdapat 37 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Jawa Barat. Dengan tiga orang dalam setiap tim, total sekitar 111 ribu personel aktif mendampingi keluarga di lapangan.

Namun demikian, ia mengakui belum seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani program MBG 3B. Saat ini baru sekitar 60 persen yang menjalankan layanan tersebut.

“Ke depan kami dorong pembentukan SPPG baru, khususnya yang membuka layanan 3B, karena ini fokus pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelasnya.

Untuk mendukung kinerja TPK, pemerintah pusat akan memberikan stimulus tambahan berupa kendaraan operasional sepeda motor. Distribusi akan berbasis Kampung KB yang memiliki TPK dan SPPG aktif. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan semangat para pendamping dalam menjangkau keluarga sasaran.

Meski tanpa fasilitas tersebut para TPK tetap aktif bekerja, dukungan tambahan diyakini akan mempercepat capaian program di lapangan.

Dengan sinergi pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta optimalisasi peran TPK, Jawa Barat optimistis mampu mempercepat penurunan stunting secara signifikan pada 2026—bahkan melangkah menuju zero new stunting sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045. (Yuda)

  • Bagikan