
Depok | Edisi.id — Pelestarian budaya lokal perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari pembangunan karakter masyarakat dan penguatan identitas daerah. Ketua DPD FORKABI Kota Depok, Edi Dadang Chandra (Bharock), menegaskan komitmennya untuk bersama KOOD memperkuat eksistensi budaya Depok secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Bharock saat menghadiri Milad KOOD Berbudaya ke-26 yang digelar pada 25–27 September 2026 di Mall Pesona Square, Sukmajaya, Kota Depok.
“Budaya adalah identitas yang harus kita jaga bersama. Karena itu, saya siap berjalan bersama KOOD untuk menjaga, merawat, dan melestarikan budaya Depok agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman”, ucap Bharock, Sabtu 26/9/2026.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui proses regenerasi, pendidikan kebudayaan, serta keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda.
“Budaya jangan sampai hanya menjadi sesuatu yang kita tampilkan ketika ada acara. Budaya harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan diwariskan kepada generasi berikutnya”, terangnya.
Bharock juga menjelaskan, bahwa terdapat kedekatan historis dan kultural antara budaya Depok dengan budaya Betawi. Kesamaan tersebut menjadi modal sosial yang dapat dikembangkan untuk memperkuat identitas budaya lokal Depok.
“Kalau kita berbicara budaya Depok dan Betawi, ada banyak kemiripan. Ini bukan untuk dipertentangkan, tetapi justru menjadi kekayaan budaya yang perlu kita rawat dan kembangkan bersama”, ungkapnya.
Ia menilai, KOOD memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal karena memiliki basis komunitas dan pengalaman dalam menggerakkan masyarakat melalui berbagai kegiatan kebudayaan.
“KOOD harus terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, memahami, dan mencintai budayanya sendiri. Biar jangan kendor, gerakan kebudayaan harus terus berjalan”, tegasnya.
Organisatoris jebolan Universitas Al-Karimiyah ini juga mendorong agar generasi muda Depok diberikan ruang lebih luas untuk terlibat dalam pelestarian budaya, baik melalui seni, pendidikan, kreativitas, ekonomi kreatif, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Anak-anak muda harus menjadi bagian penting dari gerakan ini. Mereka bukan hanya sebagai penonton, tetapi harus menjadi pelaku dan penerus kebudayaan Depok”, jelasnya.
Ia berharap, kolaborasi antara organisasi masyarakat, komunitas budaya, pemerintah daerah, pelaku seni, dan generasi muda dapat membentuk ekosistem kebudayaan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan Depok yang berbudaya, profesional, dan berkualitas. Budaya harus menjadi kekuatan sosial yang ikut membangun karakter masyarakat dan memperkuat identitas Kota Depok”, pungkas Bharock.(Arf)















