edidi.id — Kabar gembira bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengumumkan rencana pembangunan kompleks madrasah unggulan yang akan terintegrasi langsung dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat. Proyek ambisius ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pendidikan berkelanjutan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
Langkah ini diambil untuk memastikan adanya kesinambungan kurikulum dan kualitas lulusan. Madrasah ini nantinya akan mencakup jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Dengan integrasi ini, para siswa diharapkan memiliki kesiapan akademik yang selaras dengan standar internasional yang diterapkan oleh UIII.
“Kita mendukung 100 persen upaya menjadikan madrasah umum terpadu ini sebagai bagian dari ekosistem UIII. Secara teknis kita putuskan, dan secara kebijakan kita amankan,” tegas Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, pada Kamis (2/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Arskal Salim, menjelaskan bahwa kurikulum yang akan diterapkan tidak hanya berkiblat pada standar internasional UIII, tetapi juga diselaraskan dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto. Hal ini bertujuan agar suplai mahasiswa untuk jenjang S1 di masa depan berasal dari bibit unggul yang telah dibina sejak dini di wilayah Depok.
“Dibutuhkan adanya masukan yang berkelanjutan. Jadi untuk S1 itu disuplai dari Pendidikan Madrasah Aliyah, yang sebelumnya sudah disuplai dari jenjang Tsanawiyah dan Ibtidaiyah yang terintegrasi,” jelas Arskal Salim mengenai alur pendidikan terpadu tersebut.
Selain di Depok, semangat pembangunan madrasah terintegrasi ini juga merambah ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya telah meninjau lahan seluas 21 hektar di IKN yang akan disulap menjadi kawasan pendidikan lengkap, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah, lengkap dengan fasilitas asrama, masjid, dan sarana olahraga.
”Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini. Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat meninjau progres pembangunan di IKN beberapa waktu lalu.
Pembangunan madrasah terintegrasi di Depok dan IKN ini diharapkan menjadi pilar baru pendidikan Islam dunia. Dengan pembagian tanggung jawab yang jelas antara direktorat terkait dan pihak universitas, pemerintah optimistis kualitas sumber daya manusia Indonesia akan meningkat secara terukur dan kompetitif di kancah global.











