Tegas ! Pastikan ASN Kelurahan Bersikap Professional, Camat Panmas Gelar Roadshow Tanpa Pemberitahuan

  • Bagikan
Mustakim.S.Sos Camat Pancoran Mas Roadshow di Kelurahan Pancoran Mas Depok.(Foto : Edisi.id)
Mustakim.S.Sos Camat Pancoran Mas Roadshow di Kelurahan Pancoran Mas Depok.(Foto : Edisi.id)

Depok | Edisi.id — Camat Pancoran Mas, Mustakim menegaskan, bahwa pelayanan publik yang berkualitas hanya dapat terwujud jika ASN memiliki kesadaran moral dan tanggung jawab etis dalam bekerja. Ia menilai, birokrasi yang berorientasi pada rutinitas tanpa empati terhadap warga, akan kehilangan legitimasi sosial sebagai pelayan publik.

Sebagai upaya pengawasan substantif, Mustakim menerapkan roadshow tanpa pemberitahuan waktu ke seluruh Kelurahan setiap hari Selasa.

Kunjungan mendadak ini menjadi instrumen evaluasi kinerja nyata ASN sekaligus bentuk kepemimpinan langsung (Direct Supervision) yang menekankan kejujuran, kedisiplinan, dan spontanitas pelayanan.

Dalam setiap kunjungan, Camat Pancoran Mas yang baru sebulan menduduki kursi kepemimpinannya bersikap tegas terhadap aparatur yang masih bekerja secara formalistik. Ia menilai ASN Kelurahan harus bertanggung jawab penuh atas kepercayaan publik.

“Setiap keterlambatan atau sikap acuh terhadap warga adalah bentuk pelanggaran etika jabatan. ASN tidak boleh hanya hadir secara administratif, tetapi harus hadir secara moral”, ujarnya, Selasa 21/10/2025.

Ia juga menegaskan, bahwa ASN yang mengabaikan tugas pelayanan akan dikenakan pembinaan dan sanksi moral maupun administratif sesuai tingkat pelanggarannya yang sesuai dengan prinsip ‘Ethical Leadership’.

“Disiplin ASN tidak cukup ditegakkan melalui regulasi, tetapi harus dibangun melalui kesadaran kolektif bahwa melayani adalah bagian dari tanggung jawab publik yang melekat pada jabatan”, jelasnya.

“ASN diposisikan bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan agen pelayanan yang memahami kebutuhan masyarakat secara langsung”, sambungnya.

Hasil evaluasi awal menunjukkan masih adanya Kelurahan yang lemah dalam dokumentasi dan manajemen aduan publik.

Namun, Mustakim memilih pendekatan pembinaan edukatif melalui ‘Capacity Building’ dan supervisi lapangan, selaras dengan arah reformasi birokrasi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Integritas adalah ruh pelayanan publik. Tanpa kesadaran moral, birokrasi hanya menjadi mesin administratif yang kehilangan makna pelayanan”, tandasnya.

“Mohon bantu do’a kepada seluruh masyarakat, agar kedepannya kami (Pemerintah Kota Depok) bisa lebih profesional dalam memberikan pelayanan yang terbaik, agar warga Kecamatan Pancoran Mas khususnya bisa semakin percaya, bahwa dengan berjalan bersama kita bisa mewujudkan cita-cita yang sempurna”, tutupnya.(Arifin)

  • Bagikan