Depok | Edisi.id — Di bawah kepemimpinan Edi Dadang Chandra (Bharock), Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Kota Depok menunjukkan orientasi kelembagaan yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fokus strategis.
Pelaksanaan Trofeo Sepak Bola FORKABI Cup 2025 antar-DPC di Lapangan Cipayung, menjadi manifestasi dari upaya FORKABI membangun manusia yang sehat, tangguh, dan berkarakter sebagai fondasi kemajuan sosial daerah.
Menurut Edi Dadang Chandra (Bharock), tujuan utama FORKABI sejalan dengan amanat Astacita Prabowo–Gibran, yaitu : membentuk SDM Indonesia yang unggul, sehat, dan memiliki daya juang tinggi.
Ia menegaskan, bahwa pembinaan olahraga menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai kedisiplinan, sportivitas, dan kolaborasi sosial.
“FORKABI berkomitmen mendukung visi nasional dalam membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani, kuat mental, serta berkarakter kebangsaan melalui kegiatan berbasis komunitas”, bebernya, Kamis 23/10/2025.
“Kegiatan ini merepresentasikan paradigma pembangunan manusia berbasis komunitas (Community Based Human Development), di mana organisasi masyarakat menjadi subjek aktif dalam memperkuat kapasitas sosial warganya”, terang Bharock.
Melalui olahraga, Ketua DPRD FORKABI Kota Depok menargetkan, tidak hanya mendorong kesehatan fisik, tetapi juga membangun solidaritas horizontal yang menjadi fondasi kohesi sosial di tingkat lokal.
Sinergi antara FORKABI dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang melibatkan Pemerintah Kota Depok, TNI, dan Polri menunjukkan praktik nyata governance kolaboratif dalam pembangunan sosial.
Keterlibatan lintas kelembagaan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara negara dan masyarakat sipil dalam memperkuat ketahanan sosial daerah.
Secara akademik, kegiatan tersebut dapat dianalisis melalui kerangka modal sosial (Social Capital) dan efikasi kolektif (Collective Efficacy).
Sebagai Ketua DPD FORKABI Kota Depok, Bharock menekankan, bahwa organisasi yang dipimpinnya akan berfungsi sebagai agen penguat jejaring sosial dan pembangun kepercayaan antar anggota, yang berimplikasi pada meningkatnya kapasitas komunitas dalam mengelola potensi sosial secara mandiri dan berkelanjutan.
“Selain aspek sosial, Trofeo FORKABI Cup juga berperan sebagai media revitalisasi nilai-nilai budaya Betawi. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan saling menghormati yang melekat dalam budaya lokal direvitalisasi menjadi etika sosial baru yang adaptif terhadap modernitas perkotaan, tanpa kehilangan akar budaya komunitas”, paparnya.
Kepemimpinan Edi Dadang Chandra menandai transformasi manajerial FORKABI dari organisasi berbasis identitas kultural, menuju entitas sosial produktif yang berperan aktif dalam agenda pembangunan manusia.
“Pendekatan ini mencerminkan prinsip sociocultural development, di mana nilai-nilai budaya menjadi instrumen strategis pembangunan berkelanjutan”, imbuhnya.
“Dengan demikian, sinergi FORKABI dan Forkopimda dalam Trofeo Sepak Bola FORKABI Cup 2025 dapat dipahami sebagai model praksis pembangunan SDM berbasis modal sosial dan kolaborasi kelembagaan”, tandasnya.
Model ini selaras dengan arah kebijakan nasional Prabowo–Gibran yang menempatkan penguatan karakter, kesehatan, dan integritas sebagai inti pembangunan manusia Indonesia unggul.(Arifin)











