Hadiri Rakor PKK, Lurah Depok Apresiasi Pengelolaan Minyak Jelantah dan Penanganan Stunting Diwilayahnya

  • Bagikan

Depok | Edisi.id — Lurah Depok, Hendra Sumirat, S.Sos., mengapresiasi kinerja Tim Penggerak PKK Kelurahan Depok dalam mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat, khususnya pengelolaan Minyak Jelantah (Mijel) dan penguatan upaya pencegahan Stunting.
Apresiasi tersebut disampaikan Hendra saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penggerak PKK Kelurahan Depok.

Ia menilai, bahwa forum tersebut memiliki signifikansi strategis sebagai mekanisme konsolidasi kelembagaan, evaluasi program, dan sinkronisasi kegiatan PKK dengan kebutuhan pembangunan masyarakat pada tingkat Kelurahan.

“Rakor harus menjadi instrumen evaluasi dan konsolidasi, bukan sekadar agenda rutin. Setiap program perlu memiliki tujuan, indikator, serta tindak lanjut yang jelas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat”, ujar Hendra, Kamis 17/9/2026.

Menurut Hendra, pengelolaan Minyak Jelantah merupakan salah satu bentuk intervensi berbasis masyarakat dalam membangun kesadaran ekologis. Persoalan minyak jelantah dikatakannya, tidak semata berkaitan dengan limbah domestik, tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan.

“Pengelolaan Minyak Jelantah membutuhkan perubahan perilaku. Masyarakat harus memiliki pemahaman bahwa membuang Minyak Jelantah secara sembarangan bukan merupakan solusi. Karena itu, diperlukan edukasi dan sistem pengumpulan yang terorganisasi”, terangnya.

Hendra menambahkan, bahwa program tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan ekonomi sirkular. Minyak Jelantah yang dikumpulkan secara sistematis dapat dialihkan dari sumber limbah menjadi komoditas yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

“PKK dapat menjadi penggerak partisipasi masyarakat. Pengelolaan Minyak Jelantah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi apabila dikelola secara tertib, transparan, dan berkelanjutan”, tegasnya.

Sementara dalam konteks pencegahan Stunting, Hendra menegaskan, perlunya pendekatan yang bersifat integratif, karena menurutnya, Stunting merupakan persoalan yang berkaitan dengan berbagai determinan, sehingga intervensinya membutuhkan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan aktif keluarga serta masyarakat.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara komprehensif. Edukasi keluarga, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang, kesehatan ibu dan anak, serta lingkungan yang mendukung harus menjadi bagian dari satu kesatuan intervensi”, jelas Hendra.

Ia berharap Tim Penggerak PKK Kelurahan Depok dapat terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan kualitas pelaksanaan program melalui pemetaan kebutuhan, koordinasi, pendampingan, serta evaluasi berbasis data.

Dengan demikian, program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan perubahan sosial yang dapat diidentifikasi dan dipertanggungjawabkan.

“Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi sejauh mana program tersebut menghasilkan manfaat dan perubahan bagi masyarakat. Karena itu, kesinambungan, evaluasi, dan kolaborasi harus menjadi prinsip dalam setiap pelaksanaan program PKK”, pungkas Lurah Depok.(Arf)

  • Bagikan