
Depok | Edisi.id — Ketua LPM Kelurahan Depok, Haryanto, bersama masyarakat RW 15, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, menggelar panggung gembira sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengumuman pemenang berbagai perlombaan olahraga sekaligus pelibatan pelaku UMKM lokal.
Haryanto mengatakan, bahwa perayaan kemerdekaan pada tingkat komunitas perlu ditempatkan sebagai ruang partisipasi sosial yang memiliki dampak lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial.
“Momentum HUT RI harus kita maknai sebagai instrumen konsolidasi masyarakat. Kegiatan olahraga membangun kesehatan, disiplin, sportivitas, dan kohesi sosial, sementara keterlibatan UMKM membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kapasitas ekonominya”, ucap Haryanto, Minggu 6/9/2026.
Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang produktif melalui optimalisasi potensi yang tersedia di tingkat lingkungan.
“Kita tidak ingin kegiatan warga berhenti pada perlombaan dan hiburan. Harus ada nilai edukatif dan produktif. Karena itu, kegiatan olahraga kita kolaborasikan dengan UMKM agar muncul interaksi sosial sekaligus aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat”, terangnya.
Haryanto menilai, bahwa penguatan UMKM membutuhkan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh ruang promosi dan akses pasar. Kegiatan masyarakat, menurutnya, dapat menjadi salah satu medium untuk memperluas jejaring ekonomi tersebut.
“UMKM tidak cukup hanya diberikan ruang untuk berjualan. Kita harus membangun ekosistemnya, mulai dari promosi, jejaring, partisipasi konsumen sampai keberlanjutan usaha. Kegiatan lingkungan dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk proses tersebut”, tegasnya.
Ia juga menekankan, bahwa pembangunan ekonomi lokal harus berjalan paralel dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Haryanto, masyarakat yang sehat, aktif, dan memiliki kemampuan berwirausaha merupakan modal sosial penting dalam pembangunan wilayah.
“Pembangunan SDM tidak hanya berbicara tentang pendidikan formal. Kedisiplinan, kesehatan, kemampuan berorganisasi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi juga merupakan bagian dari kualitas SDM yang harus dibangun dari lingkungan masyarakat”, jelasnya.
Haryanto berharap, pola kolaborasi antara olahraga, kegiatan sosial, dan UMKM dapat terus dikembangkan dalam berbagai agenda kemasyarakatan di Kelurahan Depok.
“Kalau kegiatan masyarakat dirancang secara partisipatif, maka satu kegiatan dapat menghasilkan banyak manfaat. Olahraga memperkuat kohesi sosial, UMKM menggerakkan ekonomi, dan keterlibatan warga memperkuat modal sosial”, ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa LPM memiliki posisi strategis dalam mendorong komunikasi dan kolaborasi antara masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pemberdayaan lingkungan.
“LPM harus hadir sebagai bagian dari proses pemberdayaan. Kita perlu mendorong agar potensi warga tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terkonsolidasi dalam program yang terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat”, tuturnya.
Menurut Haryanto, keberhasilan pembangunan di tingkat kelurahan sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi serta mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
“Semangat kemerdekaan harus kita aktualisasikan dalam bentuk masyarakat yang sehat, produktif, berdaya saing, dan mandiri. Dari lingkungan RW, kita membangun fondasi SDM sekaligus ekonomi lokal. Itulah substansi kemerdekaan yang harus terus kita rawat”, pungkas Ketua LPM Kelurahan Depok.(Arf)















