
Depok | Edisi.id — Peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka diisi dengan Kirab Budaya yang berlangsung di Jalan Raya Margonda, bertepatan dengan ‘Car Free Day’, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan peserta didik dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kwarran Pancoran Mas.
Pengurus Kwarran Pancoran Mas, Ka Zul, mengatakan, bahwa kirab memiliki dimensi edukatif yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial.
“Kirab Pramuka adalah identitas Dasa Dharma yang harus diwujudkan dalam perilaku nyata, terutama disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian sosial”, ucap Ka Zul, Minggu 23/8/2026.
Menurutnya, kegiatan di ruang publik merupakan bentuk aktualisasi pendidikan kepramukaan.
“Anak-anak tidak cukup hanya menghafal Dasa Dharma. Mereka harus belajar menerapkannya melalui kegiatan yang membangun kedisiplinan, kekompakan, keberanian, dan tanggung jawab”, terangnya.
Ka Zul menilai, bahwa keterlibatan peserta didik dalam kirab juga memiliki fungsi sosial dan budaya.
“Kirab ini menjadi ruang untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya”, jelasnya.
Ka Zul menyebut, bahwa berdasarkan data Kwarran Pancoran Mas, kegiatan tersebut diikuti 25 pangkalan, 50 regu, dan sekitar 400 peserta.
“Jumlah peserta ini menunjukkan antusiasme satuan pendidikan terhadap kegiatan kepramukaan. Ini merupakan modal penting untuk memperkuat pendidikan karakter generasi muda”, tuturnya.
Ia menegaskan, bahwa Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
“Pramuka jangan hanya dipahami sebagai kegiatan kepanduan, tetapi sebagai proses pendidikan yang membentuk karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian terhadap masyarakat”, tegasnya.
Lebih lanjut, Ka Zul mengatakan, bahwa kirab budaya perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran sosial.
“Ketika mereka berjalan bersama, menjaga ketertiban, menghormati pengguna jalan, dan menampilkan budaya secara tertib, sebenarnya mereka sedang mempraktikkan nilai-nilai Dasa Dharma”, bebernya.
Ka Zul berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin melibatkan masyarakat.
“Harapan kami, Kirab Budaya Pramuka bukan sekadar agenda HUT, tetapi menjadi tradisi pendidikan karakter yang konsisten. Dasa Dharma harus hidup dalam tindakan, bukan berhenti sebagai teks yang dihafalkan”, pungkasnya.(Arf)















