Serahkan Bantuan Mesin Fogging, Adam Tekankan Penguatan Tata Kelola Lingkungan

  • Bagikan

Depok | Edisi.id — Adamas (Adam) Tim Walikota Depok menyerahkan bantuan mesin fogging dari Aini Widayatti, mantan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok yang telah purna bakti, kepada Ketua RW 009, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Bantuan tersebut merupakan bentuk partisipasi sosial yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas preventif masyarakat dalam merespons potensi risiko kesehatan lingkungan.

Adam menilai, persoalan kesehatan lingkungan membutuhkan pendekatan berbasis pencegahan, partisipasi publik, serta koordinasi kelembagaan.

“Mesin fogging hanya instrumen pendukung. Esensinya adalah membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan melalui kebersihan lingkungan, edukasi warga, pemantauan risiko, dan koordinasi yang bertanggung jawab”, ucap Adam, Sabtu 22/8/2026.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung menjelang pemilihan Ketua RT di RW 009. Adam mencalonkan diri sebagai Ketua RT 004, sedangkan Hendra mencalonkan diri sebagai Ketua RT 003.

Keduanya menyatakan kesiapan berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola masyarakat pada tingkat lingkungan.

“Ketua RT harus ditempatkan sebagai mandat sosial dan institusional. Fungsi utamanya bukan sekadar administratif, tetapi memastikan aspirasi warga terartikulasikan, persoalan lingkungan teridentifikasi, dan pelayanan masyarakat berjalan secara efektif serta akuntabel”, tegasnya.

Adam menilai, bahwa hubungan kerja antara RT dan RW perlu dibangun berdasarkan prinsip koordinasi dan komplementaritas kewenangan.

“Siapa pun yang memperoleh mandat harus mampu bekerja konstruktif bersama Ketua RW. Perbedaan pendapat adalah bagian dari proses demokratis, tetapi tidak boleh berubah menjadi konflik kelembagaan yang mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat”, terangnya.

Menurut Adam, pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari tata kelola publik pada level komunitas yang membutuhkan keterlibatan multipihak.

“RT, RW, masyarakat, pemerintah Kelurahan, dan pemerintah kota memiliki fungsi yang saling melengkapi. Karena itu, koordinasi lintas tingkat harus menjadi basis pelaksanaan setiap program agar tidak berjalan parsial dan kehilangan efektivitas”, bebernya.

Adam bersama Hendra menyatakan kesiapan menjalankan fungsi artikulasi aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

“Kami siap menjadi penghubung warga dengan Pemerintah Kelurahan hingga Pemerintah Kota. Aspirasi harus dihimpun secara objektif, dipetakan berdasarkan kebutuhan prioritas, kemudian disampaikan melalui mekanisme kelembagaan yang sah dan konstruktif”, ungkap Adam.

Ia berharap pemilihan Ketua RT nantinya akan menghasilkan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan publik, partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan pembangunan lingkungan.

“Setelah proses pemilihan selesai, kompetisi harus berakhir dan konsolidasi warga harus dimulai. Parameter keberhasilan kepemimpinan bukan posisi yang diperoleh, melainkan kualitas pelayanan, kapasitas menyelesaikan persoalan, dan manfaat konkret yang dirasakan masyarakat”, pungkas Adam.(Arf)

  • Bagikan