Cie’S Bakery & Pastry, Dorong Produk Berkualitas Internasional Harga UMKM

  • Bagikan

Depok | Edisi.id — Owner Cie’S Bakery & Pastry, Citra Dewi, mendorong penguatan kualitas produk UMKM Kota Depok sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing ekonomi lokal menuju pasar yang lebih luas.

Menurutnya, orientasi Go Internasional harus dibangun melalui kualitas produk yang konsisten, efisiensi usaha, serta kemampuan menghadirkan harga yang tetap kompetitif.

“UMKM harus mulai membangun standar kualitas yang lebih tinggi. Produk bukan hanya harus enak, tetapi juga harus memperhatikan kualitas bahan, kebersihan, keamanan pangan, konsistensi rasa, kemasan, dan pelayanan. Semua aspek itu menjadi bagian dari daya saing produk”, ucap Citra Dewi, Minggu 13/8/2026.

Menurutnya, peningkatan kualitas tidak identik dengan kenaikan harga secara tidak terkendali. Efisiensi proses produksi dan pengelolaan usaha yang profesional justru menjadi instrumen penting agar UMKM dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang tetap dapat dijangkau konsumen.

“Prinsip kami adalah harga tetap UMKM, tetapi kualitas berstandar internasional. Jadi masyarakat tidak harus membayar mahal untuk memperoleh produk yang berkualitas. Ini yang menurut saya harus menjadi karakter UMKM yaitu : kompetitif dari sisi harga sekaligus kuat dari sisi kualitas”, jelasnya.

Citra menilai, bahwa standar kualitas perlu ditempatkan sebagai fondasi pengembangan UMKM, bukan sekadar strategi pemasaran. Konsistensi kualitas akan membentuk kepercayaan konsumen dan menjadi modal penting ketika produk mulai memasuki jaringan pasar yang lebih luas.

“Kalau kita ingin masuk ke pasar internasional, kualitas harus konsisten. Konsumen di mana pun membutuhkan produk yang dapat dipercaya. Karena itu, UMKM harus mulai berpikir bahwa setiap produk yang keluar harus memiliki standar yang sama, baik dari rasa, bahan, kebersihan maupun tampilannya”, terangnya.

Ia juga menekankan, pentingnya standardisasi dan legalitas sebagai bagian dari proses transformasi UMKM dari usaha skala mikro menuju usaha yang lebih profesional.

Menurutnya, pendampingan pemerintah perlu diarahkan pada kebutuhan tersebut agar pelaku UMKM memiliki kapasitas memenuhi tuntutan pasar.

“UMKM membutuhkan pendampingan yang konkret. Kami perlu difasilitasi dalam peningkatan standardisasi, sertifikasi, legalitas, pengemasan, branding dan pemasaran. Kalau aspek-aspek tersebut diperkuat, kualitas produk akan semakin terukur dan peluang masuk ke pasar yang lebih besar juga semakin terbuka”, ungkap Citra.

Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, Citra berharap Pemerintah Kota Depok melalui DKUM dapat menjadikan UMKM sebagai bagian integral dari ekosistem ekonomi lokal.

Dukungan tersebut, dinilainya perlu diwujudkan melalui akses pasar, promosi, kurasi produk, fasilitasi sertifikasi, serta pemanfaatan produk UMKM dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

“Pembinaan jangan berhenti pada pelatihan. UMKM harus diberi ruang untuk mengimplementasikan kemampuan yang sudah dibangun. Ketika produk UMKM digunakan dalam kegiatan pemerintah, kami mendapatkan pasar sekaligus kesempatan untuk menguji dan meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan”, bebernya.

Citra optimistis UMKM Depok memiliki potensi untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kami ingin UMKM Depok dikenal bukan semata-mata karena harganya terjangkau, tetapi karena kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Harga UMKM, kualitas internasional harus menjadi semangat untuk membawa produk lokal naik kelas dan memiliki daya saing global”, pungkasnya.(Arf)

  • Bagikan