Hadiri Panen Cabe di Rawageni Farm, Mpok Luna Dorong Generasi Muda Depok Menjadi Aktor Pembangunan

  • Bagikan

Depok | Edisi.id — Generasi muda perlu ditempatkan sebagai aktor pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat program pemerintah. Pandangan tersebut disampaikan Mpok Luna (Adhwa Luna Aryanto), finalis Abang Mpok Depok sekaligus Duta Pajak Kota Depok 2026, saat menghadiri Panen Raya Cabe di Rawageni Farm, Green House Kelompok Tani Lahan Hijau, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Jum’at 25/9/2026.

“Pemuda jangan hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan. Pemuda harus menjadi subjek sekaligus mitra strategis pemerintah dengan menghadirkan gagasan, inovasi, kreativitas, dan kontribusi nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat”, ucap Mpok Luna, Jum’at 25/9/2026.

Menurutnya, partisipasi pemuda harus bergerak dari keterlibatan yang bersifat seremonial menuju partisipasi substantif. Pemuda perlu dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, edukasi, hingga evaluasi program pembangunan.

“Partisipasi pemuda harus memiliki substansi. Bukan sekadar hadir dalam kegiatan, tetapi mampu memberikan gagasan, bekerja, menciptakan inovasi, dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan”, jelasnya.

Mpok Luna juga menilai, bahwa sektor ketahanan pangan memiliki ruang strategis untuk memperluas partisipasi generasi muda.

Menurutnya, pertanian perkotaan dapat menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, sekaligus kemandirian masyarakat.

“Ketahanan pangan merupakan ruang strategis bagi pemuda untuk belajar sekaligus berkontribusi. Kita bisa mulai dari menanam, memahami teknologi pertanian, membangun komunitas, sampai mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan”, terangnya.

Ia melihat, praktik budidaya Cabe di ‘Rawageni Farm’ menunjukkan, bahwa keterbatasan lahan perkotaan dapat direspons melalui inovasi teknologi.

Pemanfaatan ‘Greenhouse’ dan irigasi tetes, menurutnya, menjadi contoh pendekatan adaptif dalam meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian.

“Lahan terbatas bukan alasan untuk berhenti produktif. Teknologi dapat digunakan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian”, ungkapnya.

Bagi Mpok Luna, ‘Panen Raya Cabe’ juga memiliki dimensi edukatif karena mempertemukan aspek produksi pangan, teknologi, kewirausahaan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem kegiatan.

“Anak muda harus berani belajar dari praktik langsung. Dari menanam cabai, kita dapat memahami proses produksi pangan, teknologi, peluang kewirausahaan, dan pentingnya membangun kesadaran bahwa ketahanan pangan membutuhkan partisipasi bersama”, tuturnya.

Ia menegaskan, bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, kelompok tani, pelaku ekonomi lokal, dan generasi muda.

“Program pemerintah akan semakin kuat ketika masyarakat dan pemuda ikut menjadi bagian dari prosesnya. Kolaborasi bukan sekadar membagi peran, tetapi menyatukan kapasitas agar pembangunan menghasilkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan”, tegasnya.

Karena itu, Mpok Luna mengajak generasi muda Depok mengembangkan budaya partisipasi berbasis pengetahuan, inovasi, produktivitas, dan tanggung jawab sosial.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi pembangunan, bukan sekadar penonton. Mari pemuda Depok bergerak bersama, belajar, berinovasi, dan mengambil peran nyata dalam mendukung program pemerintah serta menciptakan manfaat bagi masyarakat”, pungkas Mpok Luna. (Arf)

  • Bagikan