Edisi.id – Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi pembangunan kota.
Hal itu disampaikan Chandra saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) di Depok Open Space (DOS), Balai Kota Depok, Sabtu (3/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Chandra menyampaikan, peringatan HAB ke-80 Kemenag yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju”, menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat di tengah tantangan pembangunan yang kian kompleks.
“Kerukunan bukan sekadar tidak adanya konflik, tetapi energi kebangsaan yang mampu merajut perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan,” ujar Chandra dalam amanatnya, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Minggu (4/1/2026).
Ia menegaskan, sejak berdiri delapan dekade lalu, Kemenag memiliki peran krusial dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia yang majemuk, sekaligus berkontribusi terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Kementerian Agama telah menjadi penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan Republik Indonesia,” kata Wakil Wali Kota.
Menurut Chandra, peran Kemenag terus berkembang, tidak hanya pada aspek pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pendidikan agama, penguatan moderasi beragama, hingga transformasi digital layanan keagamaan.
Ia juga mengatakan, di tengah disrupsi teknologi, termasuk era digital dan kecerdasan buatan, nilai-nilai agama harus tetap hadir sebagai sumber etika dan solusi sosial. Karena itu, sambung Chandra, aparatur sipil negara (ASN) Kemenag dituntut adaptif, profesional, dan berintegritas.
“Nilai keagamaan harus tetap menjadi fondasi moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Wakil Wali Kota.
Chandra menekankan bahwa Pemerintah Kota Depok menjadikan kerukunan umat beragama, toleransi, dan sinergi lintas sektor sebagai pilar utama pembangunan kota.
“Semangat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat terus kami dorong sebagai ikhtiar mewujudkan visi Bersama Depok Maju, sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyebut, kerukunan umat beragama yang terjaga di Kota Depok merupakan modal sosial penting untuk memperkuat daya saing daerah, menjaga stabilitas sosial, serta memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyematan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya Pengabdian 10 Tahun kepada 69 ASN Kemenag berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia.
“Atas nama Pemerintah Kota Depok, saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan. Semoga ini menjadi pemacu peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik,” tutur Chandra.
Menutup amanatnya, Chandra mengucapkan selamat Tahun Baru 2026 dan mengajak seluruh pihak menyongsong tahun baru dengan optimisme dan kerja sama yang lebih kuat demi kemajuan Depok dan kesejahteraan masyarakat.
Ia pun mengutip pesan Bung Hatta, bahwa Indonesia tidak akan bercahaya hanya karena obor besar di Jakarta, melainkan karena lilin-lilin kecil di desa dan kota yang menyala dengan keikhlasan.












