
Edisi.id — Polda Metro Jaya bersama unsur TNI dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta mengerahkan ribuan personel gabungan guna mengamankan rangkaian aksi penyampaian pendapat di muka umum pada Selasa, 20 Oktober 2026. Langkah pengamanan ini dilakukan untuk mengawal puluhan agenda kegiatan masyarakat yang bertepatan dengan momentum dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran di sejumlah titik strategis Ibu Kota.
Total personel yang diterjunkan mencapai 9.505 orang, yang terdiri dari 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemda DKI Jakarta, serta 170 personel pengamanan dalam (Pamdal). Seluruh petugas ditempatkan pada titik-titik krusial dengan instruksi untuk mengedepankan komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Seluruh tindakan harus dilakukan secara terukur, proporsional, dan sesuai prosedur yang berlaku,” demikian instruksi dalam apel kesiapan di kawasan Monas.
Pihak kepolisian mengidentifikasi beberapa lokasi utama yang menjadi konsentrasi kegiatan, yakni kawasan Monas, Jalan Sudirman-Thamrin, serta area di sekitar Gedung MPR/DPR RI. Sehubungan dengan adanya potensi kepadatan, otoritas keamanan mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan jadwal perjalanan dan menghindari kawasan tersebut mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Skema rekayasa lalu lintas disiapkan secara situasional untuk meminimalkan hambatan bagi pengguna jalan. Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak diimbau untuk mencari rute alternatif guna menghindari keterlambatan akibat aktivitas penyampaian pendapat yang berlangsung di pusat kota.















