edisi.id — Setiap santri punya potensi, tapi tidak semua tahu cara mengasahnya. Di Ponpes Daarul Mu’minin (Damu) As’adiyah Doping, kami percaya bahwa pemimpin masa depan lahir dari disiplin dan akhlak yang kokoh.
Hari ini, sebanyak 172 santri MTs dan MA memulai langkah besar mereka dalam LDKS 2026. Ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi sebuah perjalanan transformasi diri untuk menguasai:
• Kemandirian: Berani dan cerdas mengambil keputusan.
• Karakter: Integritas dan akhlakul karimah sebagai fondasi utama.
• Manajemen & Komunikasi: Seni merangkul sesama dan menyampaikan ide dengan hati.
Acara secara resmi dibuka oleh KM Amiruddin, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kemampuan menyampaikan ide dan merangkul sesama sangat berperan penting dalam kepemimpinan, ada tiga pilar utama yang menjadi target pencapaian LDKS yaitu Kemandirian, pembinaan karakter, dan pengelolaan manajemen.
Di sini, santri disiapkan untuk siap terjun ke masyarakat, bukan hanya sebagai pengikut, melainkan sebagai penggerak perubahan yang positif. Ujarnya
Disamping itu Ketua Panitia LDKS 2026, Ustadz Ilyas, berpesan bahwa momen ini adalah sarana transformasi diri. Bukan sekadar materi di dalam kelas, tapi bekal hidup untuk diimplementasikan nyata di organisasi maupun masyarakat luas.
Karena menjadi pemimpin bukan tentang jabatan, tapi tentang seberapa besar manfaat dan pengaruh positif yang bisa kita berikan.
Kami tidak hanya mengajar mereka membaca kitab, tapi juga cara membaca masa depan dan menjadi agen perubahan bagi agama dan bangsa. Mohon doanya agar para santri kami tumbuh menjadi pemimpin yang amanah! Ungkap Ketua LDKS 2026 ini.
Dengan dimulainya kegiatan ini, diharapkan lahir bibit-bibit pemimpin baru dari rahim Ponpes Damu As’adiyah Doping yang mampu membawa perubahan positif bagi agama, bangsa, dan negara.
Mari dampingi putra-putri Anda tumbuh hebat bersama kami di Ponpes Daarul Mu’minin (Damu) As’adiyah Doping.












