
Depok | Edisi.id — Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kampung Lio, RW 13, Kecamatan Pancoran Mas, menjadi momentum bagi Lurah Kelurahan Depok, Hendra Sumirat (Hensu), untuk memperkuat kohesi sosial dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah.
Didampingi Ketua LPM Haryanto, Ketua Pokdarwis Marwajie, serta para Ketua RT, Hensu menegaskan, bahwa kekompakan warga merupakan fondasi utama dalam membangun tata kelola lingkungan yang partisipatif.
“Sejak saya diberikan amanah memimpin Kelurahan Depok, orientasi utama saya adalah membangun kekompakan warga. Masyarakat harus memiliki rasa saling percaya, kepedulian dan kesadaran kolektif karena pembangunan membutuhkan modal sosial yang kuat”, ucap Hensu 29/8/2026 malam.
Menurutnya, pembangunan tidak semestinya hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan penguatan relasi sosial masyarakat.
“Pembangunan memiliki dimensi sosial. Ketika warga saling mengenal, saling percaya dan peduli terhadap lingkungannya, maka akan terbentuk kapasitas kolektif yang dapat menjadi kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan wilayah”, jelasnya.
Hensu menekankan, pentingnya menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
“Pemerintah Kelurahan harus menjadi fasilitator, bukan bekerja secara eksklusif. RT, RW, LPM, Pokdarwis, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen warga harus memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan serta berkontribusi sesuai kapasitasnya”, ungkapnya.
Ia juga mengaitkan penguatan kohesi sosial dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kekompakan harus diikuti peningkatan kapasitas. Kita membutuhkan warga yang tidak hanya solid secara sosial, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan potensi lingkungan, menciptakan kegiatan produktif dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan”, tegasnya.
Menurut Hensu, momentum HUT RI memiliki nilai strategis karena mampu mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam ruang interaksi bersama.
“Jangan melihat perayaan HUT RI sebatas seremoni, karena didalamnya terdapat proses pendidikan sosial, interaksi dan pembentukan solidaritas. Kebersamaan seperti ini penting untuk menumbuhkan kembali rasa memiliki terhadap lingkungan”, ungkapnya.
Ia berharap konsolidasi sosial yang dibangun melalui kegiatan kemasyarakatan dapat menjadi basis bagi kolaborasi pembangunan Kelurahan Depok.
“Kita harus membangun komunikasi yang terbuka dan sinergi antarelemen masyarakat. Pemerintah tidak mungkin menjadi satu-satunya aktor pembangunan, sehingga kekuatan warga harus menjadi bagian dari proses perencanaan dan pelaksanaan program”, bebernya.
Hensu menegaskan, bahwa penguatan modal sosial menjadi salah satu orientasi kepemimpinannya agar pembangunan berlangsung inklusif dan berkelanjutan.
“Target saya adalah membangun Kelurahan Depok bersama masyarakat. Jika kekompakan, komunikasi dan kualitas SDM semakin kuat, maka program pembangunan akan lebih mudah mendapatkan dukungan publik dan dapat dilaksanakan secara efektif, partisipatif serta berkelanjutan”, pungkasnya.(Arf)















