Edisi.id – Seorang oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) berpangkat Sersan Dua (Serda) diduga terlibat penganiayaan brutal terhadap dua warga di Sukatani, Tapos, Kota Depok. Insiden itu berujung maut. Satu korban meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul, membenarkan keterlibatan prajurit berinisial Serda M. Ia menyebut penganiayaan menimpa WAT (24) dan DN (39).
Menurut dia, peristiwa bermula dari kecurigaan. Serda M bersama sejumlah warga menaruh curiga terhadap dua orang yang datang ke lingkungan tempat tinggalnya. Keduanya diduga hendak melakukan transaksi ilegal.
“Peristiwa bermula saat Serda M bersama warga mencurigai dua orang yang datang ke wilayah tempat tinggalnya diduga akan melaksanakan transaksi ilegal,” kata Tunggul, Sabtu (3/1/2026).
Namun kecurigaan itu berujung kekerasan. Dalam prosesnya, Serda M disebut melakukan tindakan fisik berlebihan. Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah.
“Serda M bersama warga melakukan tindakan kekerasan fisik secara berlebihan kepada kedua korban yang berakibat satu orang meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat,” ujar Tunggul.
WAT dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara Brimob. Sementara DN masih dirawat akibat luka berat yang dideritanya.
Lebih lanjut, Tunggul menyampaikan bahwa TNI AL turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan, kasus ini akan diproses melalui jalur hukum militer.
“TNI AL menyayangkan terjadinya insiden ini dan akan mengawal proses hukum secara transparan dan profesional,” ucap dia.
Saat ini, sambung dia, Serda M telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer Kodaeral III.
Di sisi lain, kepolisian mengungkap kronologi awal penanganan di lapangan. Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, Polsek Cimanggis menerima laporan temuan dua korban penganiayaan pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
“Kami menerima dua orang korban penganiayaan yang berada di dalam mobil boks,” tutur dia.
Kedua korban langsung dievakuasi ke RS Brimob Kelapa Dua. Setelah mendapat perawatan, satu korban meninggal dunia, sementara satu lainnya selamat dan masih dirawat.
Kasus dugaan penganiayaan oleh oknum TNI AL ini kini sepenuhnya ditangani aparat penegak hukum militer. Kepolisian memastikan penanganan awal dan temuan korban di lapangan telah dilakukan sesuai prosedur.












