edisi.id -Peristiwa penembakan dilaporkan terjadi pada sebuah pesawat yang melayani rute penerbangan dari Tanah Merah menuju Danawage atau Koroway Batu di wilayah Kabupaten Boven Digoel Papua Selatan pada tengah pekan ini.
Pesawat tersebut dikabarkan mengangkut belasan orang saat peristiwa mencekam itu berlangsung di area bandara setempat. Sesaat setelah pesawat berhasil menyentuh landasan pada pagi hari pilot beserta seluruh penumpang segera berupaya menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam kawasan hutan di sekitar lokasi untuk menghindari serangan lebih lanjut.
Kabar duka menyusul beberapa jam kemudian setelah proses evakuasi dan pencarian dilakukan oleh pihak terkait di lapangan. Dua orang pilot yang mengoperasikan pesawat tersebut yakni Kapten Egon E dan Kapten Baskoro dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi dunia penerbangan perintis yang selama ini menjadi urat nadi transportasi di wilayah pedalaman Papua yang sulit dijangkau melalui jalur darat
Pihak kementerian terkait melalui perwakilan humas telah memberikan konfirmasi resmi mengenai kebenaran laporan serangan udara tersebut.
Pemerintah menyatakan bahwa informasi awal telah diterima dan saat ini koordinasi intensif sedang dilakukan dengan berbagai pihak di tingkat pusat maupun daerah. Fokus utama saat ini adalah mengumpulkan data yang lebih akurat mengenai kronologi kejadian serta memastikan keamanan di sekitar lokasi bandara agar proses investigasi dapat berjalan lancar.
Hingga saat ini pihak berwenang masih melakukan pengecekan lebih mendalam serta menunggu informasi yang lebih terperinci dari satuan kewilayahan di tempat kejadian perkara. Petugas di lapangan terus berupaya menyisir area sekitar guna memastikan keberadaan para penumpang lainnya yang sempat melarikan diri ke hutan. Identitas lengkap serta kondisi terkini dari seluruh penumpang pesawat tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh tim penyelamat dan otoritas keamanan setempat.
Situasi di wilayah tersebut masih dipantau secara ketat mengingat identitas pelaku di balik aksi penembakan ini belum dapat dipastikan secara detail. Pihak keamanan masih terus melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi kelompok atau oknum yang bertanggung jawab atas serangan fatal ini. Upaya pengamanan di objek vital nasional seperti bandara perintis akan semakin ditingkatkan guna mencegah terjadinya peristiwa serupa yang mengancam keselamatan warga sipil dan awak penerbangan.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada sambil menunggu perkembangan informasi resmi dari pemerintah terkait penanganan kasus ini. Insiden ini menegaskan tantangan besar dalam penyediaan layanan transportasi udara di wilayah terpencil yang penuh dengan risiko keamanan. Penyelidikan menyeluruh diharapkan dapat segera memberikan kejelasan mengenai motif di balik serangan tersebut serta memastikan keadilan bagi para korban yang gugur dalam menjalankan tugas mulia mereka. (Yuda)












