edisi.id –Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, luapkan kekecewaannya saat tinjau langsung kondisi penyintas banjir di Desa Peulalu. Ia mengaku jadi sasaran kemarahan warga karena lambatnya pembangunan hunian sementara (Huntara).
Dalam kunjungan itu, salah seorang penyintas, Ubama (45), bilang pembangunan Huntara di desanya belum tuntas. Warga terpaksa bertahan di tenda pengungsian berbulan-bulan tanpa kejelasan. “Hanya empat unit Huntara yang sudah siap, sisanya 13 unit belum siap. Padahal ini diusulkan Bupati, dibangun BNPB, dan dikerjakan vendor,” kata Al-Farlaky.
Al-Farlaky bilang, warga marah karena masih terpaksa hidup di tenda. “Tapi yang dimaki-maki dan disalahkan masyarakat itu Bupati,” tegasnya di hadapan perwakilan BNPB.
Situasi ini bikin Al-Farlaky frustrasi. Ia berharap BNPB dan pihak terkait percepat pembangunan Huntara biar warga bisa segera menempati rumah sementara.
Al-Farlaky minta klarifikasi dari pihak vendor dan BNPB soal keterlambatan ini. “Kami ingin warga segera dapat tempat layak,” katanya. Warga Desa Peulalu masih berharap ada solusi cepat untuk masalah ini.












